GAME BAGI ANAK

Era globalisasi dan informasi sedang menambah negeri ini. Seiring dengan itu negeri ini baru masuk pada era keterbukaan sehingga informasi yang masuk sekarang dapat diakses tidak saja permenit sekarang sudah super cepat yaitu perdetik.

Dengan uang Rp 5.000/jam, anak-anak sudah bisa mengakses, dimanapunada warnet, kapanpun waktunya bisa diakses lewt HP dan saat ini juga sedang trend namanya Game online. Game online seperti permainan game lainya tetapi game ini berada di dunia maya alias harus online dengan internet.

Ada beberapa orang tua yang keranggingan game online sehingga kadang-kadang lupa kewajiban untuk belajar dan beribadah, merusak mata, menghabiskan uang, tenaga capek dan buang-buang wektu. Dan satu hal lagi, banyak anak yang maniak game online maupun offline yang agak kurang realistik dalam hidupnya. Mereka malah kadang-kadang kurang bisa menalar dengan bagus jika ada masalah dikehidupannya apalagi memutuskan suatu tindakan. Jadi rata-rata gamer yang sudah menjadi maniak rata-rata kurang bisa mengatasi masalahdalam kehidupannya. Kurang bertanggung jawab dalam hidup. Intinya, banyak menganggap main-main dalam hidupnya. Waktu sekolah, tidak jarang prestasi sekolahnya anjlok.

Tapi menurut penelitian di USA, anak-anak yang bermain game online mempunyai tingkat nalar fisika yang tinggi. Selain itu juga game online dapat membangun komunitas di dunia maya.

Beberapa vendor saat ini sudah merancang game yang berkonsep mendidik, yakni education virtual worlds. Virtual worlds ini memang ditujukan untuk tujuan edukasi, dimana Modern Prometheus ini mengajarkan pada anak untuk belajar etika dan mengambil keputusan. Dalam game ini anak-anak dilibatkan dalam sebuah skenario dimana mereka harus membuat keputusan-keputusan strategis yang menyangkut etis dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Tapi banyak spikolog anak mengatakan, sebagai orang tua kini sudah bukan waktunya lagi untuk mengkhawatirkan game apa yang dimainkan oleh anak kita namun kita perlu khawatir jika anak kita tidak dapat bermain game, karena hal tersebut merupakan pertanda mereka tidak mampu beradabtasi mengikuti perkembangan yang ada.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s